Saturday, June 4, 2016

PENEGERTIAN PERENCANAAN TEKNIK MONITORING dan EVALUASI DAKWAH


BAB    I
PENDAHULUAN
        
      1.Latar Belakang Masalah
Pada saat ini dakwah banyak dilakukan oleh para da’i yang merupakan  kewajiban seluruh umat islam tanpa terkecuali baik itu muslim laki-laki atau perempuan diwajibkan untuk berdakwah baik itu sesama muslim maupun berbeda agama.dakwah saat ini banyak dikembangkan baik melalui media maupun melalui lainnya. Da’i juga perlu sebuah rancangan rencana untuk sebuah kegiatan yang akan dilakukan agar materi tersebut  dapat  diterima oleh mad’u atau sasaran dakwah. Rencana bukan saja digunakan dalam melaksanakan kegiatan bisnis atau dibadan pemerintahan saja akan tetapi perencanaan dapat dibutuhkan dalam kegiatan dakwah agar para da’i dapat mencapai tujuan akhir dakwah yaitu kebahagiaan  didunia dan diakhirat.
Namun tidak semua perencanaan begitu mulus dalam mencapai tujuan karena ada rintangan-rintangan yang akan dihadapi dalam menjalankan rencana maka dalam hal ini sangat diperlukan  monitoring dan evaluasi, karena monitoring  dan evaluasi bertujuan untuk meninjau rencana tersebut unutuk diberi penilaian terhadap kegiatan yang dilakukan. Oleh karena itu sebagai mahasiswa fakultas dakwah untuk mengetahui apa itu perencanaan, monitoring dan evaluasi yang akan dibahas.



BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian perencanaan dakwah
1.      Pengertian perencanaan.
Perencanaan menurut para ahli, perencanaan ini diproses oleh perencanaan hasilnya menjadi rencana. Perencanaan merupakan proses untuk menentukan rencana. Produk dari perencanaan adalah rencana. Perencanaan menurut louis
a.       Allen ialah menentukan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Menurut komaruddin perencanaan adalah suatu proses yang menetapkan lebih dahulu  kegiatan yang harus dilakukan, prosedur dan metode pelaksanaan untuk mencapai suatu tujuan selama periode waktu tertentu.
Jadi dapat disimpulkan perencanaan merupakan pekerjaan untuk memilih sasaran, kebijakan, prosedur  dan program yang  diperlukan untuk mencapai keinginan dimasa yang akan datang.

2.      Pengertian perencanaan dakwah
Jadi jika pengertian perencanaan dihubungkan dengan pengertian dakwah maka dapat diketahui bahwa perencanaan dakwah adalah suatu proses pemikiran atau usaha sadar dalam pengambilan keputusan untuk menetapkan kegiatan yang akan dilaksanakan dimasa yang akan datang dengan prosedur dan metode pelaksanaannya untuk mencapai tujuan dakwah.
3.      Langkah-langkah perencanaan dakwah yang harus dilakukan:
 menurut stoner dalam agus sabardi (2000:55). Perencanaan merupakan kegiatan yang terbagi dalam empat tahap dan berlaku untuk semua kegiatan perencanaan pada unsur organisasi. Tahap-tahap perencanaan sebagai berikut:
a.       Menetap tujuan atau serangkaian tujuan perencanaan dimulai dengan keputusan-keputusan tentang apa-apa saja yang akan dibutuhkan oleh organisasi atau kelompok kerja. Tanparumusan tujuan yang jelas, organisasi  akan menggunakan sumberdayanya secara tidak efektif.
b.      Merumuskan keadaan sekarang pemahaman tentang posisi organisasi dari tujuan yang hendak dicapai atau sumberdaya yang tersedia untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai adalah sangat penting, karena tujuan dan rencana menyangkut waktu yang akan datang. Hanya dengan menganalisis kondisi organisasi saat ini, rencana kegiatan selanjutnya. Tahap ini memerlukan informasi terutama keuangan dan data statistik yang didapatkan melalui komunikasi dalam organisasi.
c.       Identifikasi segala kemudahan dan hambatan segala kekuatan dan kelemahan serta kemudahan dan hambatan perlu diidentifikasi untuk mengukur kemampuan organisasi dalam mencapai tujuan. Oleh karena itu perlu diketahui faktor-faktor dari lingkungan intern dan ekstern yang dapat membantu organisasi dalam mencapai  tujuannya, atau mungkin menimbulkan masalah. Walaupun sulit dilakukan, antisipasi keadaan, masalah, dan kesempatan serta ancaman yang mungkin terjadi diwaktu mendatang adalah bagian esensi (pokok) dari proses perencanaan.
d.      Mengembangkan serangkaian kegiatan tahap terakhir dalam proses perencanan meliputi pengembangan berbagai alternative kegiatan untuk mencapai tujuan, evaluasi alternatif tersebut dan pemilihan alternative terbaik diantara alternative-alternative yang ada untuk mencapai tujuan.

Manfaat dari perencanaan dakwah antara lain:
a.       Dapat memberikan batasan tujuan dakwah sehingga mampu mengarahkan para da’i secara tepat dan maksimal.
b.      Menghindari penggunaan secara sporadic sumber daya manusia dan benturan aktivitas dakwah yang tumpah tindih.
c.       Dapat melakukan prediksi dan antisipasi mengenai berbagai problema dan merupakan sebuah persiapan dini untuk memberikan solusi dari setiap problem dakwah.
d.      Dapat melakukan pengorganisasian dan penghematan waktu dan pengelolaannya secara baik.
e.       Dapat melakukan pengawasan sesuai dengan ukuran-ukuran objektif.

Tujuan dari perencanaan dakwah
a.       Supaya kegiatan yang dilaksanakan dapat dijalankan dengan baik.
b.      Menetapkann suatu tujuan yang telah dirancang.
c.       Terwujudnya kebahagiaan dan kesejahteraan hidup didunia dan akhirat
d.      Merencanakan metode yang telah ditentukan supaya metode tersebut bisa berjalan dengan lancar.

B.     Pengertian monitoring dan evaluasi dakwah
Monitoring adalah aktifitas yang ditujukan untuk memberikan informasi tentang sebab dan akibat dari suatu kebijakkan yang sedang dilaksanakan. Monitoring diperlukan agar keselahan dari awal dapat segera diketahui dan dapat dilakukan tindakan perbaikan sehingga mengurangi risiko yang lebih besar.
Monitoring akan memberikan informasi tentang status dan kecenderungan bahwa pengukurang dan evaluasi yang diselesaikan berulang dari waktu ke waktu pemantauan umumnya dilakukan untuk bertujuan tertentu atau memeriksa terhadap proses berikut, objek atau untuk mengevaluasikan kondisi atau kemanjuan menuju tujuan hasil manajemen atas efek tindakkan dari beberapa jenis antara lain tindakan untuk mempertahankan manajemen yang sedang berjalan.
Evaluasi adalah mempelajari kejadian, memberikan solusi untuk suatu masalah, rekomendasi yang harus dibuat, menyarankan perbaikan. Namun tanpa monitoring, evaluasi tidak dapt dilakukan karena tidak tidak memiliki data dasar untuk dilakukan analisis, dan dikhawatirkan akan mengakibatkan spekulasi, oleh karena itu monitoring dan evaluasi harus berjalan seiring.
Disini kita tidak bisa hanya menjalankan atau melakukan evaluasi, atau hanya melakukan mentoring, seperti contohnya pada sebuah program monitoring, tidak boleh dirancang tanpa diketahui bagaimana data dan informasi  akan dievaluasi tepat guna, sebab ketidak mampuan dalam mengumpulkan dan menyimpan data yang akan digunakan. Monitoring adalah kegiatan yang berkesinambungan.
Evaluasi dan umpan balik untuk melihat dampak dakwah yang telah dilakukan, perlu selalu dievaluasi dengan mengacu kepada tolak ukur, baik yang bersifat strategi (QS. AL-mulk: 2-3) maupun yang bersifat operasional terukur.
Mengevaluasi hasil implementasi model strategi pemecahan. Evaluasi model dan strategi pemecahan berarti mengoreksi tiap tahapan pemecahan dakwah yang telah rujuk dengan kondisi objek dakwah dan lingkungannya, untuk mengetahui kekurangan dan kelebihannya. Selanjutnya setelah mengetahui kekurangan dari tiap tahapan, maka selanjutnya merevisi tahapan yang kurang tepat dengan disesuaikan tahap perencanaan yang lebih sempurna. Evaluasi tersebut dapat menjawab, apakah program dakwah yang akan dijalankan bisa maksimal atau tidak, sesuai dengan umat atau tidak. Pada tahap analisis diperlukan sebuah evaluasi, materi yang disampaikan, metode, media dan lain sebagainya yang menunjang aktivitas dakwah selalu dibutuhkan sebuah evaluasi.
Tujuan dari monitoring dan evaluasi adalah:
a.       Memberikan kesimpulan dalam bentuk umpan balik sehingga dapat terus mengarahkan pencapaian visi/misi atau sasaran yang telah ditetapkan
b.      Evaluasi dilakukan dengan membandingkan antara yang terjadi dengan direncanakan, serta mengaitkannya dengan kondisi lingkungan yang ada
c.       Arah evaluasi bukan pada apakah informasi yang disediakan benar atau salah, tetapi lebih diarahkan pada perbaikan yang diperlukan atas implementasi kebijakan/program/kegiatan.

Manfaat  dari monitoring dan evaluasi
Manfaat monitoring adalah untuk melakukan kegiatan serta manfaat yang dapat kita ambil dari tindakkan tersebut adalah kita dapat mengenali masalah dari kegiatan yang sedang dilaksanakan sedini mungkin, melakukan perbandingan antara lokasi/tempat, menilai trend situasi tertentu sehingga dapat diambil tindakan korektif  secara tepat dan cepat.
Manfaat evaluasi
Kerana evaluasi harus melayani berbagai kebutuhan dalam sebuah satuan dakwah maka evaluasi juga mempunyai strategi atau metode yang banyak dan dilakukan pada berbagai tingkatan pelaksanaa program. Maka dengan adanya tujuan, tujuan evaluasi dalam satuan dakwah maka kita dapat mendapatkan manfaat secara langsung maupun tidak langsung. Diantaranya kita dapat menilai kelemahan dan kekuatan perencanaan dalam suatu kegiatan dakwah untuk menjadi lebih baik lagi.  Serta dapat menentukan proses derajat efektifitas kegiatan terhadap target dari sember daya pelayanan dan keuntungan yang diharapkan oleh pihak-pihak yang terkait dalam lingkungan dakwah, serta dapat melihat dampak secara langsung dari kegiatan yang dilakukan dalam satuan dakwah.

C.     Kesimpulan
Monitoring adalah aktifitas yang ditujukan untuk memberikan informasi tentang sebab dan akibat dari suatu kebijakkan yang sedang dilaksanakan. Monitoring diperlukan agar keselahan dari awal dapat segera diketahui dan dapat dilakukan tindakan perbaikan sehingga mengurangi risiko yang lebih besar.
Perencanaan menurut louis
a.       Allen ialah menentukan serangkaian tindakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Menurut komaruddin perencanaan adalah suatu proses yang menetapkan lebih dahulu  kegiatan yang harus dilakukan, prosedur dan metode pelaksanaan untuk mencapai suatu tujuan selama periode waktu tertentu.
Jadi dapat disimpulkan perencanaan merupakan pekerjaan untuk memilih sasaran, kebijakan, prosedur  dan program yang  diperlukan untuk mencapai keinginan dimasa yang akan datang.
Jadi jika pengertian perencanaan dihubungkan dengan pengertian dakwah maka dapat diketahui bahwa perencanaan dakwah adalah suatu proses pemikiran atau usaha sadar dalam pengambilan keputusan untuk menetapkan kegiatan yang akan dilaksanakan dimasa yang akan datang dengan prosedur dan metode pelaksanaannya untuk mencapai tujuan dakwah.
Evaluasi adalah mempelajari kejadian, memberikan solusi untuk suatu masalah, rekomendasi yang harus dibuat, menyarankan perbaikan. Namun tanpa monitoring, evaluasi tidak dapt dilakukan karena tidak tidak memiliki data dasar untuk dilakukan analisis, dan dikhawatirkan akan mengakibatkan spekulasi, oleh karena itu monitoring dan evaluasi harus berjalan seiring.
Tujuan dari monitoring dan evaluasi adalah:
d.      Memberikan kesimpulan dalam bentuk umpan balik sehingga dapat terus mengarahkan pencapaian visi/misi atau sasaran yang telah ditetapkan
e.       Evaluasi dilakukan dengan membandingkan antara yang terjadi dengan direncanakan, serta mengaitkannya dengan kondisi lingkungan yang ada
Arah evaluasi bukan pada apakah informasi yang disediakan benar atau salah, tetapi lebih diarahkan pada perbaikan yang diperlukan atas implementasi kebijakan/program/kegiatan
Tujuan dari perencanaan dakwah:
e.       Supaya kegiatan yang dilaksanakan dapat dijalankan dengan baik.
f.       Menetapkann suatu tujuan yang telah dirancang.
g.      Terwujudnya kebahagiaan dan kesejahteraan hidup didunia dan akhirat
Manfaat dari perencanaan dakwah antara lain:
f.       Dapat memberikan batasan tujuan dakwah sehingga mampu mengarahkan para da’i secara tepat dan maksimal.
g.      Menghindari penggunaan secara sporadic sumber daya manusia dan benturan aktivitas dakwah yang tumpah tindih.
h.      Dapat melakukan prediksi dan antisipasi mengenai berbagai problema dan merupakan sebuah persiapan dini untuk memberikan solusi dari setiap problem dakwah.
i.        Dapat melakukan pengorganisasian dan penghematan waktu dan pengelolaannya secara baik.
j.        Dapat melakukan pengawasan sesuai dengan ukuran-ukuran objektif.



DAFTAR PUSTAKA

Hani,Handoko T. Manajemen,(yogyakarta:BPFE,1995)
M. Munir, S.Ag, M.A. Manajemen Dakwah, jakarta: kencana, 2009
Prof. Dr. Azhar Arsyad, NA. Pokok-pokok Manajemen, yogyakarta: pustaka pelajar,2003.
Semuel S. Lusi. Monitoring dan evaluasi, jakarta: 2015.
Wahyu Ilahi,S.Ag. M.A. Manajemen Dakwah, Jakarta: kencana,2009.















No comments:

Post a Comment