Berikut
ini adalah komentar, pandangan dan sikap ulama islam seputar masalah pemimpin
dan kemimpinan. Mari kita baca dan kita simak sama sama semoga menjadi mamfaat
bagi kita semua, amiiin !
Ø Utsman Bin Affan berkata, “sesungguhnya Allah SWT mencegah dengan penguasa apa yang
tidak bisa dicegah dengan Al-Qur’an”.
Ø Al-Juwairi berkata, “imamah adalah kepemimpinan menyeluruh dan kepemimpinan
yang berhubungan denganurusan khusus dan umum dalam berbagai kemaslahatan agama
dan dunia”.
Ø Imam Nawawi berkata, “mereka ( para imam madzhab ) telah bersepakat bahwa kaum
muslimin wajib seorang khalifah (pemimpin)”.
Ø Al-Hasan Al-Basri berkata, “demi Allah tidak akan tegak agama tanpa mereka (para
ulama/pemimpin)”.
Ø Al-Jurjani berkata, “mengangkat pemimpin (iman atau khalifah) termasuk
kedalam kaum muslimindan tujuan agama yang tebesar”.
Ø Al-Mawardi berkata, “imamah ditetap sebagai khalifah (pengganti) kenabian
dalam pemeliharaan agama dan pengaturan dunia dan agama”.
Ø Al-Hasan Bin Ali Al-Barbahari berkata, (1)“siapa
saja yang menjadi khalifah (pemimpin)
berdasrkan ijma’ (konsensus) dan kerelaan rakyat (masyarakat), maka dialah
amirul mu’minin (pemimpinnya orang-orang yang beriman)”.
(2)“jika kamu
melihat seseorang berdoa agar pemimpinnya binasa (mampus), maka ketahuilah
bahwa orang itu dikuasai (memperturutkan) hawa nafsu. Dan jika kamu melihat
seseorang berdoa untuk kebaikan pemimpinnya (agar pemimpinnya memimpin secara
adil), maka ketahuilah bahwa orang itu mengikuti sunnah insya Allah”.
Ø Imam Al-Hamarin berkata, “telah terjadi ijma’ tentang kewajiban mengangkat
khalifah (pemimpin) yang mengatur kehidupan manusia dengan aturan islam”.
Ø Al-Fudhail Bin ‘Iyadh Dan Ahmad
Hambal pernah berkata, “sekiranya aku
punya doa yang bisa dikabukan, niscaya akan kupersembahkan untuk para
pemimpin.”
Ø Syeikul Islam Ibnu Taimiyah berkata, (1)“harus diketahui bahwa kepemimpinan merupakan salah
satu kewajiban agama,. Dimana agama tidak mungkin tegak tampa kepemimpinan.
Manusia tidak akan sempurna kemaslahatannya kecuali dengan persatuan, karena
mereka saling membutuhkan satu dengan yang lain. Dan persatuan itu mutlak dan harus ada pemimpin yang
mengelolanya.”
(2)“siapa saja
tidak bisa diluruskan dengan Al-quran, maka diluruskan dengan kekuata. Karena
itu, agama ditegakkan dengan Al-quran dan senjata.”
Ø Imam Al-Ghazali berkata, “dunia adalah ladang akhirat. Agama tidak akan sempurna
kecuali dengan dunia. Kekuasaan dan agama adalah saudara kembar. Agama adalah
tiang, sementara penguasa adalah penjaga. Bangunan tanpa tiang akan rubuh, dan
apa yang tidak di jaga akan hilang. Keteraturan dan kedisiplinan tidak akan
hilang kecuali debgan penguasa.”
Ø Ibnu Rajab Al-Hambali berkata, “menasehati (mengkritisi) pemimpin merupakan bagian dari
cinta kita kepadanya.”
Ø Ibnu Khaldun berkata, “mendifinisikan kekuasaan (kepemimpinan) mengarahkan
semua orang sesuai dengan konsep syariat demi kebaikan dunia dan akhirat
mereka. Menurut pandangan pembuat syariat, seluruh kepentingan duniawi harus di
nilai dengan kepentingan ukhrawi. Kekuasaan itu pada dasarnya merupakan
pengganti dari pemilik legalisasim(Allah) untuk menjaga agama dan melindungi
kepentingan dunia.”
Ø Seorang Tokoh Islam berkata,(1) “pergantian kepemimpinan nasional thok memang
tidak akan menyelesaikan masalah. Itu harus di ikuti rekontruksi mentalitas
bangsa serta rekontruksi pembangunan
bangsa di berbagai bidang.” (2)“ Seorang tokoh islam berkata pemimpin yang
korup menyengsarakan rakyat. Pemimpin yang tak cerdas menhancurkan bangsa.”
Ø Umar Bin Khatab berkata, “belajarlah mumpung kalian belum di angkat jadi pemimpin.
Ø Mustafa Al Ghalayani berkata, “pemimpin itu bagaikan contoh roh tubuh kita. Bila roh
sudah masuk dan tidak berfungsi lagi, maka binasalah tubu dan mati. Bila roh
itu baik, maka baik pulalah tubuh itu.”
Ø Tokoh Islam berkata, “kita hanaya bisa merebut masa depan kalau kita menpunyai
stok pemimpin yang tangguh dan handal yang dapat mengisi kekosongan
kepemimpinan nasional.”
Ø Ali Bin Abi Thalib berkata, “yang ememantapkan sesuatu kepemimpinan adalah kelapangan
dada.”
Ø Ibnu Taimiyah berkata, “jika kekuasaan terpisah dari agama atau jika agama
terpissah dari kekuasaan, niscaya perkataan manusia akan rusak(kacau).”
Ø Ibnu Hazm Al Andalusi berkata, “imam ( khalifah) di angkat tiada lain untuk mengakkan
shalat manusia, memungut zakat, menegakkan hudud, melaksanakan hukum hukum
islam dan berjihad melawan musuh kaum muslimin.”
No comments:
Post a Comment