Thursday, December 18, 2014

KOMENTAR ULAMA DAN TOKOH ISLAM SEPUTAR PEMIMPIN DAN KEMIMPINAN


Berikut ini adalah komentar, pandangan dan sikap ulama islam seputar masalah pemimpin dan kemimpinan. Mari kita baca dan kita simak sama sama semoga menjadi mamfaat bagi kita semua, amiiin !
Ø  Utsman Bin Affan berkata, “sesungguhnya Allah SWT mencegah dengan penguasa apa yang tidak bisa dicegah dengan Al-Qur’an”.
Ø  Al-Juwairi berkata, “imamah adalah kepemimpinan menyeluruh dan kepemimpinan yang berhubungan denganurusan khusus dan umum dalam berbagai kemaslahatan agama dan dunia”.
Ø  Imam Nawawi berkata, “mereka ( para imam madzhab ) telah bersepakat bahwa kaum muslimin wajib seorang khalifah (pemimpin)”.
Ø  Al-Hasan Al-Basri berkata, “demi Allah tidak akan tegak agama tanpa mereka (para ulama/pemimpin)”.
Ø  Al-Jurjani berkata, “mengangkat pemimpin (iman atau khalifah) termasuk kedalam kaum muslimindan tujuan agama yang tebesar”.
Ø  Al-Mawardi berkata, “imamah ditetap sebagai khalifah (pengganti) kenabian dalam pemeliharaan agama dan pengaturan dunia dan agama”.
Ø  Al-Hasan Bin Ali Al-Barbahari berkata,  (1)“siapa saja  yang menjadi khalifah (pemimpin) berdasrkan ijma’ (konsensus) dan kerelaan rakyat (masyarakat), maka dialah amirul mu’minin (pemimpinnya orang-orang yang beriman)”.
(2)“jika kamu melihat seseorang berdoa agar pemimpinnya binasa (mampus), maka ketahuilah bahwa orang itu dikuasai (memperturutkan) hawa nafsu. Dan jika kamu melihat seseorang berdoa untuk kebaikan pemimpinnya (agar pemimpinnya memimpin secara adil), maka ketahuilah bahwa orang itu mengikuti sunnah insya Allah”.
Ø  Imam Al-Hamarin berkata, “telah terjadi ijma’ tentang kewajiban mengangkat khalifah (pemimpin) yang mengatur kehidupan manusia dengan aturan islam”.
Ø  Al-Fudhail Bin ‘Iyadh Dan Ahmad Hambal pernah berkata, “sekiranya aku punya doa yang bisa dikabukan, niscaya akan kupersembahkan untuk para pemimpin.”
Ø  Syeikul Islam Ibnu Taimiyah berkata, (1)“harus diketahui bahwa kepemimpinan merupakan salah satu kewajiban agama,. Dimana agama tidak mungkin tegak tampa kepemimpinan. Manusia tidak akan sempurna kemaslahatannya kecuali dengan persatuan, karena mereka saling membutuhkan satu dengan yang lain. Dan persatuan  itu mutlak dan harus ada pemimpin yang mengelolanya.”
(2)“siapa saja tidak bisa diluruskan dengan Al-quran, maka diluruskan dengan kekuata. Karena itu, agama ditegakkan dengan Al-quran dan senjata.”
Ø  Imam Al-Ghazali berkata, “dunia adalah ladang akhirat. Agama tidak akan sempurna kecuali dengan dunia. Kekuasaan dan agama adalah saudara kembar. Agama adalah tiang, sementara penguasa adalah penjaga. Bangunan tanpa tiang akan rubuh, dan apa yang tidak di jaga akan hilang. Keteraturan dan kedisiplinan tidak akan hilang kecuali debgan penguasa.”
Ø  Ibnu Rajab Al-Hambali berkata, “menasehati (mengkritisi) pemimpin merupakan bagian dari cinta kita kepadanya.”
Ø  Ibnu Khaldun berkata, “mendifinisikan kekuasaan (kepemimpinan) mengarahkan semua orang sesuai dengan konsep syariat demi kebaikan dunia dan akhirat mereka. Menurut pandangan pembuat syariat, seluruh kepentingan duniawi harus di nilai dengan kepentingan ukhrawi. Kekuasaan itu pada dasarnya merupakan pengganti dari pemilik legalisasim(Allah) untuk menjaga agama dan melindungi kepentingan dunia.”
Ø  Seorang Tokoh Islam berkata,(1) “pergantian kepemimpinan nasional thok memang tidak akan menyelesaikan masalah. Itu harus di ikuti rekontruksi mentalitas bangsa  serta rekontruksi pembangunan bangsa di berbagai bidang.” (2)“ Seorang tokoh islam berkata pemimpin yang korup menyengsarakan rakyat. Pemimpin yang tak cerdas menhancurkan bangsa.”
Ø  Umar Bin Khatab berkata, “belajarlah mumpung kalian belum di angkat jadi pemimpin.
Ø  Mustafa Al Ghalayani berkata, “pemimpin itu bagaikan contoh roh tubuh kita. Bila roh sudah masuk dan tidak berfungsi lagi, maka binasalah tubu dan mati. Bila roh itu baik, maka baik pulalah tubuh itu.”
Ø  Tokoh Islam berkata, “kita hanaya bisa merebut masa depan kalau kita menpunyai stok pemimpin yang tangguh dan handal yang dapat mengisi kekosongan kepemimpinan nasional.”
Ø  Ali Bin Abi Thalib berkata, “yang ememantapkan sesuatu kepemimpinan adalah kelapangan dada.”
Ø  Ibnu Taimiyah berkata, “jika kekuasaan terpisah dari agama atau jika agama terpissah dari kekuasaan, niscaya perkataan manusia akan rusak(kacau).”
Ø  Ibnu Hazm Al Andalusi berkata, “imam ( khalifah) di angkat tiada lain untuk mengakkan shalat manusia, memungut zakat, menegakkan hudud, melaksanakan hukum hukum islam dan berjihad melawan musuh kaum muslimin.”


No comments:

Post a Comment